Cara Menentukan Target Audience dengan  Data Lokasi

Cara Menentukan Target Audience dengan  Data Lokasi

Ketika sebuah bisnis ingin menjual produk atau jasa, langkah krusialnya adalah memastikan bahwa produk atau jasa ini diperkenalkan kepada audiens yang sesuai.  Untuk mencapai hal tersebut, bisnis dapat menggunakan data lokasi untuk menganalisis audiens. Penggunaan data lokasi membantu bisnis memastikan bahwa produk atau jasa ditujukan kepada orang yang tepat dan pada waktu yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menentukan target audience dengan menggunakan data lokasi secara lengkap.  Simak terus ya.

   

Mengenal Location-based Audiences

Location-based audience adalah konsumen potensial yang diperoleh dari penggunaan data tanpa cookie yang terhubung dengan informasi tingkat rumah tangga dan konsumen yang diindeks berdasarkan lokasi geografis. 

Data ini memungkinkan bisnis untuk menjangkau audiens dengan preferensi dan motif pembelian yang dapat digunakan untuk membuat campaign yang sesuai dengan mereka.

Sementara itu, location-based audience targeting adalah strategi pemasaran yang menggunakan lokasi geografis potensial konsumen. Hal ini memungkinkan bisnis untuk memberikan iklan atau pesan yang sesuai dan dipersonalisasi. 

Sebagai contoh, sebuah waralaba ayam goreng dapat menggunakan target audiens berbasis lokasi untuk memberikan kupon atau diskon kepada orang-orang yang berada di sekitar salah satu toko mereka.

Pentingnya Data Lokasi untuk Location-based Audience

Personalisasi dapat terjadi jika bisnis mengetahui preferensi konsumen, perilaku mereka, tempat yang sering mereka kunjungi, dan informasi lainnya. Tapi, penting untuk diingat bahwa data sensus dan data demografi saja tidak cukup untuk memperoleh seluruh informasi tersebut. 

Meskipun kedua data ini dapat membantu menjelaskan siapa target bisnis kita, namun mereka tidak memberikan pemahaman mendalam mengenai alasan pembelian produk atau jasa tersebut, lokasi, dan informasi relevan lainnya yang berguna untuk menargetkan konsumen potensial secara efektif. 

Oleh karena itu, untuk memberikan konteks yang lebih baik, bisnis perlu menggabungkannya dengan data mobile dan point of interest (POI) yang dapat memberikan informasi lebih rinci tentang hal-hal tersebut dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait target konsumen.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap perilaku dan demografi konsumen, bisnis dapat dengan efektif melakukan segmentasi audiens dan menyampaikan pesan atau campaign yang sangat personal.

Misalnya saja,  seseorang yang gemar mencari informasi tentang ponsel pintar mungkin hanya menjelajahi situs web tanpa benar-benar berniat untuk membelinya. Data lokasi dapat digunakan untuk memverifikasi sinyal online dari kegiatan pencarian ponsel pintar tersebut dengan melihat  pergerakan fisik mereka. 

Dari sini, kita dapat mengidentifikasi apakah mereka baru-baru ini mengunjungi jajaran penjual  ponsel yang bisa diartikan sebagai adanya niatan untuk membeli, atau jika mereka memang memasuki toko tersebut  yang berarti menunjukkan sinyal tinggi untuk konversi pembelian.

Dengan memahami apakah mereka sekadar melihat-lihat atau benar-benar calon pembeli, bisnis dapat menargetkan kedua kelompok tersebut menggunakan campaign yang sesuai. Hal ini membantu bisnis menghemat biaya dan meningkatkan Return on Ad Spend (ROAS).

Cara Membangun Audiens dengan Data Lokasi

Setelah kita menjelaskan secara detail tentang pengertian location-based audience dan alasan pentingnya lokasi data, kita selanjutnya akan membahas cara membangun audiens dengan memanfaatkan data lokasi tersebut. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh bisnis.

Gunakan data internal dan eksternal

Saat ini, konsumen tidak hanya berinteraksi dengan bisnis atau brand secara offline, tetapi juga secara online. Oleh karena itu, sangat penting bagi bisnis untuk menyatukan antara dunia nyata dan dunia digital dengan memanfaatkan data internal dan eksternal guna memahami konsumen dengan lebih baik. 

Dengan menggabungkan data seperti foot traffic, perilaku pencarian online, dan riwayat pembelian, bisnis dapat memahami bagaimana audiens berinteraksi dengan brand melalui berbagai saluran, sekaligus mengetahui alasan mengapa individu tertarik dengan brand kita.  Dengan informasi ini, tim marketing dapat membuat campaign yang lebih efektif yang dapat menjangkau audiens di mana pun mereka berada.

Selain itu, dengan menggunakan data internal dan eksternal, bisnis dapat dengan lebih mudah melakukan personalisasi kampanye untuk setiap segmen audiens.  Karena personalisasi menyoroti kebutuhan khusus audiens, hal ini dapat meningkatkan tingkat konversi secara signifikan.

Manfaatkan data POI

Untuk memahami  target audiens dan mengetahui destinasi yang mereka kunjungi, bisnis perlu memiliki perspektif geospasial yang diperoleh dari data Point of Interest (POI). Data ini mencakup lokasi-lokasi yang cenderung menarik perhatian orang, seperti kantor, pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, tempat wisata, dan sebagainya.

Bisnis juga dapat memanfaatkan poligon POI karena ini dapat memberikan informasi yang lebih rinci untuk memperkaya profil audiens bisnis. Poligon ini memberikan data terkait jejak bangunan, perkiraan ukurannya, dan pemisahan zona dengan lebih tepat, sehingga bisnis dapat membuat audiens berdasarkan lokasi yang lebih spesifik.

Dengan menggunakan poligon POI, bisnis dapat memastikan apakah seseorang benar-benar mengunjungi suatu tempat dan menjadikannya sebagai target audiens, atau jika mereka hanya melewati area tersebut. Dengan demikian, bisnis dapat menyusun campaign yang tepat untuk mereka yang benar-benar menjadi target audiens bisnis.

Tambahkan konteks lokasi dan perilaku ke dalam analisis

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bisnis perlu menggunakan data ponsel untuk memberikan konteks pada profil audiens mereka. Hal ini dikarenakan data demografi dan pengelompokan individu berdasarkan jarak dengan POI tertentu saja tidak cukup. 

Untuk mendapatkan insight yang lebih mendalam, bisnis memerlukan konteks tentang bagaimana tempat-tempat tersebut berhubungan dengan perilaku konsumen. 

Misalnya, orang yang mengunjungi kedai kopi biasanya adalah mereka yang bekerja secara remote atau work from cafe, sekadar bertemu untuk urusan bisnis, atau mungkin mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas.

Tentukan Location-based Auidens Bisnis Anda  dengan LOKASI Intelligence

Untuk membangun audiens berbasis lokasi, bisnis dapat menggunakan LOKASI Intelligence. LOKASI adalah platform analitik geospasial dan location intelligence yang dilengkapi dengan mobile data dan Point of Interest lengkap.

Kedua data ini memudahkan bisnis untuk melakukan segmentasi audiens dan memahami perilaku konsumen mereka. Tidak hanya itu, LOKASI juga memiliki beragam data lokasi lainnya seperti data demografi, data bencana, data sosial ekonomi status, data tingkat kejahatan, dan lainnya yang bisa digunakan untuk memperkaya analsisis profile audiens bisnis. 

Pelajari lebih lanjut bagaimana LOKASI Intelligence dapat membantu bisnis dengan hubungi email : sales@bvarta.com atau WA : 087779077750

FAQ

Bagaimana menentukan target audience yang tepat?

Untuk menentukan target audience yang tepat bisnis bisa menggunakan data lokasi. Data ini memungkinkan bisnis untuk menjangkau audiens dengan preferensi dan motif pembelian yang dapat digunakan untuk membuat campaign yang sesuai dengan mereka. 

Apa yang dimaksud dengan target audiens?

Target audiens adalah  sekolompok individu yang memiliki potensi tinggi untuk membeli produk atau jasa yang bisnis jual.

Target audience isinya apa saja?

Target audience biasanya berisi usia, jenis kelamin, lokasi mereka tinggal, status ekonomi, pendidikan, dan lainnya. 

About Author

Related Posts