Memahami Citayam Fashion Week dengan Analisis Geospasial

Memahami Citayam Fashion Week dengan Analisis Geospasial

Citayam Fashion Week – Belakangan fenomena berhasil mencuri perhatian publik, sebuah fenomena yang merujuk pada puluhan hingga ratusan remaja tanggung datang dan menyerbu kawasan Dukuh Atas dan Sudirman, Jakarta Pusat. 

Remaja yang notabennya berusia sekitar 15-24 tahun atau juga bisa disebut dengan istilah demografi sebagai Generasi Z beradu gaya berpakaian sembari berlenggak-lenggok melintasi zebra cross.

Jika dilihat lebih jauh lagi adanya fenomena Citayam Fashion Week (CFW) ini tidak terlepas dari lokasi kawasan Dukuh Atas dan Sudirman yang memang berada di daerah strategis dan dikelilingi oleh titik-titik ketertarikan masyarakat (Point of Interest).

Di dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam mengenai fenomena Citayam Fashion Week apabila dilihat dari sudut pandang geospasial. 

Sekilas Tentang Citayam Fashion Week

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai CFW dilihat dari analisis geospasial, akan lebih baik jika kita memahami terlebih dahulu fenomena subkultur baru ini.

Fenomena Citayam Fashion Week
photo: detik.com

Fenomena ini mempresentasikan kreativitas anak muda dan berhasil mengangkat isu-isu yang selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah maupun sosial seperti kurangnya persediaan ruang publik atau taman, kecemasan Gen Z terhadap masa depan dan lain sebagainya.

Dilansir dari Kompas, kata “Citayam”  muncul karena banyak remaja yang berkumpul di daerah tersebut berasal dari daerah Citayam yang kemudian berkembang dan dikenal dengan istilah Citayam Fashion Week. 

Istilah CFW sendiri  berangkat dari acara peragaan busana sebelumnya misalnya saja Jakarta Fashion Week (JFW) atau Paris Fashion Week (PFW).

Analisis Karakteristik Lokasi Dukuh Atas dan Sudirman  

Peragaan busana Citayam Fashion Week dilangsungkan di penyebrangan jalan area stasiun MRT Dukuh Atas dan Sudirman. Kedua wilayah tersebut termasuk dalam daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Setelah dilakukan analisis site profiling melalui  LOKASI Intelligence, merupakan platform yang mengintegrasikan location intelligence, GIS software, big data spasial, dan machine learning didapatkan hasil bahwa baik Dukuh Atas maupun Sudirman dikelilingi dengan berbagai macam point of interest (POI).

Total terdapat 2,188 POI yang terbagi antara lain ATM, bar, bank, cafe club, hotel, taman, toko dan lainnya. POI yang paling banyak adalah perusahaan yang berjumlah 624, 708 restoran, dan 169 fashion store. 

Untuk  Sudirman memang terkenal dengan area bisnis, perkantoran, dan pemerintahan salah satunya daerah SCBD (Sudirman Central Business District).

Selain itu lokasi ini memiliki 2 busway shelter, satu stasiun kereta rel listrik (KRL), dan satu stasiun MRT. Ada juga hotel dari bintang 2 hingga bintang 5.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua lokasi diatas memang dikelilingi dengan banyak fasilitas publik seperti taman dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas disana.

Terlebih daerah Dukuh Atas dan Sudirman terintegrasi dengan berbagai transportasi umum sehingga masyarakat yang berada di pinggiran Jakarta pun dengan mudah datang ke daerah tersebut.

Asal Daerah Pengunjung Citayam Fashion Week 

Masyarakat yang mengunjungi atau melewati area diselenggarakannya Citayam Fashion Week tidak hanya berasal dari daerah Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok saja. Melainkan juga berasal dari pinggiran Jakarta lainnya seperti Tangerang hingga Bekasi.

Setelah dilakukan pengecekan dengan menggunakan Telco data dari LOKASI Intelligence didapatkan hasil pada bulan Juni tanggal 17 – 19 Juni 2022 mayoritas yang melewati daerah tersebut berasal dari Tanah Abang, Setiabudi, Menteng, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Ciputat Timur, Grogol Petamburan, Kembangan dan lainnya.

Sedangkan dari daerah Bogor, beberapa masyarakat berasal dari Bogor Selatan, Ciampea, Ciseeng, Parung Panjang, Ciomas, Cibodas, dan lainnya. 

Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa tidak terlalu banyak anak Citayam yang datang ke daerah Dukuh Atas dan Sudirman, hal ini juga sesuai dengan pemaparan Alvin yang kami lansir dari liputan dokumenter Asumsi.co.

Alvin sendiri merupakan warga Citayam yang sering berkumpul di daerah Dukuh Atas, Alvin mengatakan bahwa sebenarnya warga Citayam yang datang ke tempat tersebut sedikit dibandingkan dari daerah lain.  

Pelajari lebih lanjut bagaimana pelaku bisnis dapat memanfaatkan telco data menggunakan LOKASI Intelligence dengan menghubungi [email protected]

About Author

Related Posts