4 Tips Menghadapi Tantangan di Industri FMCG

4 Tips Menghadapi Tantangan di Industri FMCG

FMCG adalah kependekan dari fast-moving consumer good, merupakan produk yang dijual cepat dan relatif berbiaya rendah. Produk FMCG memiliki umur simpan pendek karena adanya permintaan konsumen yang tinggi atau karena mudah rusak. 

Jenis produk FMCG bisa menjadi pilihan tepat untuk bisnis dengan omset yang tinggi. Namun, strategi yang tepat perlu diterapkan sesuai dengan karakter produk yang dipasarkan.

Mengenal Produk FMCG

Barang konsumsi merupakan produk yang dibeli untuk dikonsumsi oleh rata-rata konsumen. Barang jenis ini bisa dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Barang tahan lama
  • Barang tidak tahan lama
  • Jasa. 

FMCG adalah jenis barang tidak tahan lama karena perlu segera dikonsumsi dan memiliki umur simpan yang pendek. 

Hampir semua orang di dunia menggunakan fast-moving consumer good untuk konsumsi sehari-hari. Ini berupa pembelian dalam skala kecil yang dapat terjadi di toko kelontong, supermarket, stand produk, atau outlet distributor.

Barang-barang tersebut contohnya permen, buah, sayuran, soda, obat-obatan yang dijual bebas, dan lain-lain. Meskipun jenis produk ini menyumbang lebih dari setengah pengeluaran konsumen, namun ini cenderung berupa pembelian dengan keterlibatan rendah. 

Konsumen jarang memamerkannya, mereka lebih senang memamerkan barang tahan lama seperti mobil atau ponsel pintar. FMCG bisa dibagi menjadi beberapa kategori berbeda, yaitu:

  • Makanan olahan:mie instan, sereal, keripik.
  • Makanan siap saji: makanan yang siap dimakan.
  • Minuman: air mineral, soda, jus.
  • Kue: cookies, croissant, kue kering.
  • Makanan segar, beku, dan kering: buah, sayuran, kacang-kacangan.
  • Obat-obatan: pereda nyeri, penurun panas dan obat-obatan lain yang tanpa resep dokter.
  • Produk pembersih: sabun cuci piring, pembersih kaca, cairan pembersih lantai.
  • Kosmetik dan perlengkapan mandi: bedak, pasta gigi, sabun.
  • Peralatan kantor: pensil, pena, marker.

Salah satu ciri FMCG adalah memiliki tingkat perputaran yang tinggi. Selain pasarnya sangat besar, ini juga sangat kompetitif. Perusahaan terbesar di dunia bersaing memperebutkan pasar di industri yang satu ini. 

Perusahaan perlu fokus pada upaya pemasaran agar bisa menarik konsumen. Salah satu caranya yaitu dengan pengemasan yang menarik. Tak heran jika barang-barang tersebut meskipun kecil dan murah tapi tetap punya kemasan yang baik. 

Tips Menghadapi Tantangan di Industri FMCG

Kunci keberhasilan dari perusahaan FMCG terletak pada aspek kecepatan dan akurasi. Distribusi di berbagai lokasi geografis dan basis konsumen bisa menjadi tantangan untuk industri ini. 

Meskipun ada banyak persaingan, tapi besarnya pasar dan omset membuat banyak bisnis memilih untuk terjun ke industri ini.

Industri FMCG adalah industri yang punya banyak tantangan. Strategi perusahaan yang tepat bisa membantu untuk mengatasi tantangan tersebut. Berikut beberapa tips dalam menghadapi tantangan di industri FMCG.

Mengumpulkan dan Menganalisis Laporan

Salah satu aspek yang tak bisa dipisahkan dari bisnis perusahaan FMCG yaitu laporan. Para eksekutif perlu mengetahui bagaimana penjualan di setiap lokasi distribusi. 

Tim di industri ini sering kesulitan untuk membuat dan menyusun laporan karena lokasi distribusi yang luas. Laporan dengan aplikasi biasa seperti spreadsheet atau bahkan manual dengan pena dan kertas akan membutuhkan waktu yang lama. 

Perusahaan perlu meningkatkan penggunaan sistem teknologi yang cerdas sehingga bisa membuat laporan dalam waktu singkat seperti visualisasi data dan analitik. Sehingga, Laporan yang dihasilkan mudah dianalisa untuk pengambilan keputusan bisnis.

Pengambilan keputusan yang data-driven akan lebih akurat dan berdampak pada peningkatan produktivitas bisnis. 

Mendapatkan Wawasan Komprehensif dari Hasil Laporan

Umumnya, perusahaan di bidang ini menggunakan data riset pasar internal, riwayat penjualan, dan data dari vendor seperti Nielsen. Data ini penting namun FMCG membutuhkan wawasan yang lebih luas karena pelanggan yang beragam. 

Pengumpulan data secara manual bisa membatasi wawasan yang diperoleh perusahaan dan membuatnya menjadi lebih sulit. Perusahaan perlu menggabungkan data-data yang ada untuk mendapatkan wawasan yang lebih kaya. 

Ini digunakan untuk mendukung strategi penjualan dan pemasaran yang tepat. Penggunaan teknologi seperti big data dan geospasial juga bisa membantu untuk mempermudah analisis data. 

Mengevaluasi dan Memprediksi Penjualan

Pimpinan perusahaan FMCG perlu merancang strategi bisnis untuk masa depan. Penentuan strategi tersebut bisa dilakukan dengan mengevaluasi dan memprediksi penjualan. 

Aplikasi atau perangkat lunak bisa membantu perusahaan untuk mengidentifikasi produk yang akan dijual berdasarkan riwayat penjualan. Ini juga membantu cara memasarkan produk berdasar pola pembelian pelanggan serta mengoptimalkan pengelolaan inventaris dan gudang. 

Menggunakan Aplikasi Manajemen yang Tepat

Di era digitalisasi seperti saat ini, perusahaan FMCG juga perlu menggunakan aplikasi business intelligence. Sistem teknologi bisnis yang mumpuni bisa membantu mengumpulkan data dan menggunakannya untuk pengambilan keputusan. 

Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat karena para pesaing juga mulai memanfaatkan teknologi serupa. 

Industri barang konsumsi yang tidak tahan lama ini perlu mengikuti perkembangan. Selain konsumen, para pesaing juga bisa menjadi tantangan tersendiri. Perubahan yang terjadi bisa diatasi dengan merencanakan strategi transisi dari model tradisional ke model digital dan inovatif. 

E-commerce untuk Bisnis FMCG

E-commerce atau perdagangan elektronik saat ini digunakan oleh berbagai jenis bisnis, termasuk FMCG. Sampai sekarang, kategori yang mendominasi e-commerce merupakan jenis produk yang melibatkan konsumen secara aktif. 

Ini bisa berupa produk yang mahal, penting, atau pribadi. FMCG adalah jenis produk yang tidak terlalu melibatkan personal konsumen jadi strategi yang diterapkan akan menjadi berbeda. 

Penelitian menunjukkan bahwa pembeli produk jenis ini secara online memiliki motivasi mendasar yang sama dengan pembeli offline. Mereka tertarik untuk menghemat waktu, uang, dan energi. 

Salah satu cara terbaik menghemat hal tersebut yaitu pergi ke toko yang memungkinkan kita bisa membeli barang-barang tersebut di satu tempat. 

Membeli barang dengan kategori FMCG secara mandiri akan mencari dan berinteraksi dengan setiap brand. Pembeli pertama-tama memilih pengecer yang disukai, tempat mereka bisa memilih sesuai prioritas. 

Semakin lingkungan belanja online memberikan pengalaman menyenangkan untuk memilih barang maka pembeli akan semakin banyak mengeluarkan uang. Ini merupakan peluang nyata bagi pengecer dan merek produk barang konsumsi.

Di situs e-commerce ada banyak menu dan fitur yang bisa digunakan pembeli untuk memilih barang. Halaman utama bisa jadi tempat untuk melihat produk-produk terlaris dan menarik perhatian.

Ada juga kategori untuk barang-barang yang sedang diberi diskon yang juga bisa menarik perhatian calon pembeli. Situs e-commerce untuk barang konsumsi juga tak boleh melupakan fitur penelusuran. 

Banyak pembeli yang menggunakan fitur tersebut untuk mencari jenis barang tertentu atau merek tertentu. Produk FMCG bisa menjadi jenis barang yang dapat bersaing di e-commerce jika menerapkan strategi yang tepat. 

Banyak hal yang akan berubah saat belanja bahan makanan bergerak secara online, namun perilaku pembeli umumnya tetap sama. 

Untuk menavigasi masa depan online bagi produk FMCG, bisnis harus menemukan cara menyeimbangkan waktu, uang, dan energi pembeli. Baik online atau offline, merek yang memudahkan pembeli bisa menjadi merek yang makmur. 

FMCG adalah produk barang konsumsi yang juga bisa dipasarkan secara online. Meskipun ada banyak tantangan namun pasar tetap menantinya. Sistem e-commerce yang tepat harus dipikirkan sehingga pembeli lebih memilih belanja barang konsumsi secara online. 

Menentukan Strategi Penjualan dengan LOKASI Intelligence

Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa bisnis yang bergerak di bidang FMCG dituntut untuk beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini untuk perusahaan mereka seperti business intelligence.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah LOKASI Intelligence, merupakan teknologi geospasial yang mengintegrasikan antara business intelligence dan machine learning sehingga mampu memvisualisasikan data dan menganalisisnya. Hasil dari analisis inipun akan memudahkan pelaku usaha untuk menentukan strategi yang tepat dan efektif untuk diterapkan di dalam bisnis.

Tidak hanya itu, melalui LOKASI Intelligence pelaku usaha dapat mengetahui profil lokasi di area dan radius tertentu untuk memastikan distribusi yang tepat dari suatu produk dengan pasar yang ditargetkan.

Pelajari lebih lanjut bagaimana kami membantu para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya dengan menghubungi sales@bvarta.com atau WhatsApp di 087777977731.

About Author

Related Posts