Mempercepat Pertumbuhan Bisnis UMKM dengan Strategi Bisnis O2O

Mempercepat Pertumbuhan Bisnis UMKM dengan Strategi Bisnis O2O

Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM menjadi salah satu pilar penting bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, berdasarkan data dari kementerian bidang perekonomian jumlahnya sendiri mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha dan berhasil menyumbang PDB sebesar 60,5%.

Namun, kedatangan pandemi di tahun 2020 membuat bisnis UMKM banyak yang gulung tikar. Sebagian alasannya disebabkan oleh  penurunan permintaan barang yang mereka jual. 

Umumnya UMKM memiliki keterbatasan jangkauan toko yang hanya melayani konsumen yang terdekat dengan lokasi bisnis mereka.. 

Disatu sisi, perilaku konsumen kinimemilih berbelanja online daripada offline. Strategi bisnis O2O atau online to offline hadir untuk menjembatani kedua hal tersebut. 

 

Lantas, apa itu O2O? 

dan bagaimana strategi ini dapat  UMKM? Simak penjelasan lengkapnya di dalam artikel.

 

Mengenal Model Bisnis O2O

Sebelumnya, muncul kekhawatiran bahwa UMKM dan ritel tradisonal tidak bisa bersaing secara harga dan pilihan dengan e-commerce. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya operasional dan space yang terbatas. 

Tapi, kenyataannya mayoritas konsumen lebih memilih belanja secara langsung di toko daripada online jika mereka ingin segera menggunakan barang tersebut.

Bisnis online to offline sendiri adalah sebuah strategi yang dibuat untuk mengarahkan konsumen potensial dari platform online untuk membeli barang di toko fisik. 

Konsumen ini biasanya telah melihat rekomendasi online atau voucher promosi melalui media sosial, email,  atau iklan digital yang dapat ditukarkan atau digunakan di toko. 

Ada tiga cara yang biasa dipakai oleh pelaku usaha agar konsumen mau membeli produk di toko fisik, antara lain;

  • Menawarkan pengambilan barang atau produk yang sebelumnya sudah dibeli melalui platform online secara langsung di toko fisik.
  • Memfasilitasi pembelian produk saat berada di toko misalnya dengan memungkinkan pembayaran online.
  • Memungkinkan pengembalian barang yang dibeli online ke toko offline apabila barang mengalami kecacatan atau permasalahan. 

Keuntungan Bisnis Online to Offline

Bisnis model O2O sebenarnya bukanlah hal baru di Indonesia tapi memang masih sedikit industri yang menggunakan konsep ini. 

Misalnya saja, kita tidak asing dengan promosi Buy 1 Get 1 yang dididapat melalui aplikasi atau sosial media agar kita berkunjung ke kedai atau toko tertentu untuk menukarkan tiket promo dan membeli barang tersebut di toko fisik. 

Metode ini berhasil meningkatkan jumlah pengunjung dan tentu saja pejualan. Berikut keuntungan lainnya dari penggunaan strategi bisnis O2O.

Memberikan apa yang diinginkan konsumen

Survei dari Google membuktikan bahwa 61% konsumen lebih memilih belanja di brand yang juga memiliki toko fisik daripada hanya di marketplace saja.

Sebab, konsumen dapat melihat dan memegang barang yang ingin dibeli secara langsung, hal ini tidak bisa dilakukan jika membeli barang online. 

Pelaku usaha  dapat memperbesar kemungkinan konsumen membeli barang di toko fisik dengan  menggabungkan antara pengalaman konsumen ketika berada  toko dan strategi online dimana pembeli dapat membaca deskripsi produk secara detail tanpa harus bertanya pada penjual.

Menjangkau lebih banyak konsumen

Strategi O2O memungkinkan UMKM dan tradisional ritel untuk menjangkau lebih banyak konsumen. 

Data dari Salesforce meunjukkan bahwa 82% konsumen mencari review produk di saluran digital terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli barang. 

Ketika pelaku usaha memanfaatkan chanel online  seefisien dan seefektif mungkin, mereka dapat membangun basis konsumen di sekitar toko fisik yang mereka miliki. 

Hal ini mendorong pengguna internet untuk mengunjungi toko dan menghasilkan peningkatan pada jumlah  pengunjung. 

Meningkatkan tingkat kepercayaan pada brand

Keuntungan lainnya dari menggunakan bisnis online to offline adalah meningkatkan reputasi brand dan tingkat kpercayaan konsumen. 

Brand dapat memaksimalkan kepuasan konsumen dengan menyediakan layanan pengiriman produk yang mudah dan instan. 

Dikutip dari digitalcommerce, ritel dengan keterlibatan omnichannel yang kuat dapat mempertahankan rata-rata 89% konsumen mereka.

Alasan Mengapa UMKM Perlu Melakukan Ekspansi Online

Dilansir dari Menteri Koperasi dan UKM, per Juni 2022 sebanyak 19,5 juta pelaku UMKM telah bergabung dengan platform digital. 

Pengintegrasian antara  online dan offline mampu meningkatkan pendapatan daripada hanya mengandalkan satu saluran saja.

Memungkinkan pengumpulan data konsumen

Ekspansi online memungkinkan pelaku usaha untuk mengumpulkan data konsumen.

Data ini nantinya bisa digunakan untuk pemasaran misalnya memanfaatkan email marketing untuk merubah calon konsumen menjadi konsumen atau meningkatkan customer engagement dengan bisnis mereka. 

Menjangkau potensial  konsumen baru

Alasan lainnya adalah saluran online membantu pelaku UMKM untuk mendapatkan calon konsumen baru saat mereka menggunakan mesin pencarian. 

Perlu dipahami,

Bahwa kemungkinan seseorang menemukan toko online di Google lebih besar daripada menemukan atau melewati  toko offline. 

Oleh karena itu, menjual barang hanya melalui toko akan mengakibatkan hilangnya kesempatan untuk mendapatkan potensial konsumen dan penurunan pendapatan.

Memungkinkan bisnis dapat diakses kapanpun

Memiliki toko digital memungkinkan toko atau bisnis kita bisa diakses kapanpun dan dimanapun konsumen mau. 

Calon konsumen bisa saja ingin berbelanja dan mengunjungi toko online di tengah malam, atau bisa juga membeli barang di pagi hari. 

Terlebih, konsumen cenderung menyukai adanya berbagai pilihan metode pembayaran yang tersedia dan pengantaran barang langsung ke tempat mereka. 

Mengapa Strategi O2O Cocok untuk UMKM?

Kehadiran strategi bisnis online to offline memberikan banyak kemudahan bagi pelaku bisnis, khususnya UMKM. Beberapa kemudahan ini antara lain;

Toko mudah ditemukan

Konsep O2O memudahkan calon pembeli mengakses atau menemukan toko. Layanan ini  memungkinkan konsumen mendapatkan informasi dimana barang yang diinginkan tersebut berada melalui internet . 

Hal tersebut, mendorong konsumen untuk datang ke toko fisik UMKM dan melakukan transaksi. Selain itu, kemudahan mendapatkan informasi ini dapat memperluas  jangkauan pasar dari toko UMKM.

Memudahkan proses transaksi

Proses jual beli akan lebih mudah terjadi jika toko menawarkan berbagai metode pembayaran, misalnya pembayaran online dengan menggunakan kode QRIS atau dompet digital.

Tidak hanya itu, teknologi finansial saat ini memungkinkan toko untuk mengitegrasikan jasa atau produk yang di jual dengan beragam layanan online, seperti online delivery, promo cashback,  dan buy 1 get 1 yang bisa meningkatkan penjualan sekaligus keuntungan toko UMKM offline,

Mempermudah sistem administrasi UMKM

Teknologi finasial juga membantu pelaku UMKM untuk melakukan sistem administrasi dengan mudah, misalnya pencatatan transaksi, pengelolaan karyawan dan barang, dan lainnya. 

Pencatatan bisnis yang rapi dan terdokumentasi dengan baik akan mempermudah  UMKM mengakses beragam layanan perbankan.

Meningkatkan Pengalaman Pelanggan dengan LOKASI Intelligence

Selain memperluas jaringan konsumen melalui digital platform baik di e-commerce maupun website, UMKM juga dapat memaksimalkan penjualan dari toko fisik. 

Salah satu caranya adalah dengan melihat mayoritas usia yang beraktivitas di sekitar toko. LOKASI merupakan platform location intelligence dan spasial analytics yang dilengkapi dengan data demografi. 

Data ini dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk mengetahui karakteristik masyarakat di satu area tertentu, seperti  rata-rata usia, sosial ekonomi status, agama, pekerjaan dan lainnya.

Misalnya, ternyata di lokasi B mayoritas penduduknya adalah masyarakat berusia 50 ke atas, pelaku UMKM dapat menjual barang yang berhubungan dengan kebutuhan lansia untuk meningkatkan pendapatan toko.

Pelajari lebih lanjut dengan menghubungi [email protected] atau WhatsApp di 087779077750.

Related Posts