Memahami Business Context dengan Data Geospasial 

Memahami Business Context dengan Data Geospasial 

Agar bisnis dapat membuat keputusan yang tepat untuk pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan, penting untuk memahami business context dengan baik. Konteks bisnis ini bisa didapat dari penggabungan antara data internal dan data eksternal. Informasi dari kedua data tersebut memungkinkan bisnis memahami situasi dan menentukan respons yang sesuai. Lantas,  apa itu business context sebenarnya? Dan bagaimana data geospasial dan location intelligence dapat membantu kita memahaminya? Temukan jawabannya di dalam artikel ini.

   

Konteks adalah Segalanya

Business context adalah pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi bisnis dari berbagai sudut pandang, termasuk interaksi mereka dengan prosedur, kebijakan, dan praktik. 

Dengan pemahaman ini, bisnis bisa mengenali area yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Konteks bisnis pada dasarnya melibatkan pemahaman tentang faktor-faktor di sekitar bisnis yang memengaruhi perilakunya.

Konteks adalah faktor penting dalam memahami bisnis karena merupakan dasar untuk mengambil keputusan yang nantinya berdampak besar pada hasil bisnis itu sendiri.

Selain itu, konteks juga membantu kita mengerti bagaimana konsumen akan gunakan produk atau jasa yang kita tawarkan. Dengan memahami harapan konsumen terhadap produk atau jasa tersebut, kita bisa merancangnya dengan lebih baik dan meningkatkan fungsinya.

Bagaimana Data Geospasial dan Location Intelligence Membantu Memahami Business Context?

Konteks bisnis diperoleh dari data yang mencerminkan keadaan yang sedang terjadi. Namun, sayangnya, data internal saja tidak cukup karena terdapat informasi tambahan yang tidak bisa diperoleh atau dijelaskan hanya dengan menggunakan data internal. Oleh karena itu, bisnis membutuhkan data eksternal untuk melengkapinya.

Salah satu data eksternal adalah data dari geospasial dan location intelligence. Kedua jenis data ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang konteks dan membantu kita menemukan wawasan-wawasan tersembunyi yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis.

Misalnya, data geospasial dan location inetlligence membantu bisnis dalam mengenali pasar potensial,faktor-faktor yang mempengaruhi kepergian konsumen, dan mengidentifikasi serta mengatasi risiko-risiko yang mungkin terjadi.

Berikut ini contoh penggunaan location intelligence dan geospasial data untuk memahami konteks bisnis yang perlu kita ketahui;

Perusahaan telekomunikasi

Perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi dapat memanfaatkan location intelligence untuk merencanakan jaringan dan meluncurkan teknologi 5G. Dengan kecerdasan ini, perusahaan dapat memvisualisasikan cakupan jaringan yang ada dan merancang infrastruktur yang optimal untuk hasil terbaik.

Perusahaan asuransi

Industri asuransi dapat menggunakan kecerdasan lokasi dan data geospasial untuk meningkatkan akurasi penilaian risiko dan proses penjaminan mereka. Misalnya, dalam kasus polis asuransi rumah, penting bagi perusahaan asuransi untuk memastikan alamat rumah tersebut benar dan valid. 

Setelah lokasi rumah diketahui, bisnis bisa memperkaya data mereka menggunakan data eksternal, seperti informasi apakah bangunan berada di wilayah rawan banjir, kebakaran, atau gempa. Dengan begitu, perusahaan asuransi dapat meningkatkan ketepatan proses penilaian risiko mereka.

Perusahaan property technology (PropTech)

Perusahaan yang fokus pada property technology, atau juga bisa dikenal dengan Real Estate Technology dan Commercial Real Estate dan Technology bisa memakai kedua data location intelligence untuk mencari properti terbaik bagi klien yang mencari tempat tinggal atau komersial.

Sebagai contoh, jika pembeli rumah memiliki dua anak, agen dapat mencari rumah yang sedang dijual dan letaknya dekat dengan sekolah. Mereka juga bisa menilai kualitas sekolah lokal dan mengetahui fasilitas terdekat serta jumlah keluarga dengan anak di sekitar lingkungan tersebut.

Ketahui Business Context mu dengan Data Geospasial dan Location Intelligence dari LOKASI Intelligence

Data geospasial dan kecerdasan lokasi memungkinkan bisnis untuk memvisualisasikan berbagai informasi yang mendukung pengambilan keputusan dan optimalisasi proses operasional. 

Kedua jenis data ini bermanfaat bagi bisnis di berbagai industri, baik untuk memahami pesaing, konsumen, aset, dan lainnya. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang lokasi, bisnis dapat memperoleh wawasan yang membantu meningkatkan pendapatan, profitabilitas, menemukan pasar baru, dan mendorong inovasi.

LOKASI Intelligence adalah platform analitik geospasial dan location intelligence yang dapat membantu bisnis memahami business context nya. Platform ini juga dilengkapi dengan data berbasis lokasi yang lengkap seperti data demografi, telco data, sosial ekonomi status, dana resiko bencana, dan lain sebagainya.

Pelajari lebih lanjut bagaimana LOKASI Intelligence dapat membantu bisnis dengan hubungi email : sales@bvarta.com atau WA : 087779077750

FAQ

Apa itu business context?

Business context adalah pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi bisnis dari berbagai sudut pandang, termasuk interaksi mereka dengan prosedur, kebijakan, dan praktik.

Mengapa context penting?

Konteks adalah faktor penting dalam memahami bisnis karena merupakan dasar untuk mengambil keputusan yang nantinya berdampak besar pada hasil bisnis itu sendiri.

Contoh industri yang menggunakan data geospasial dan location intelligence untuk memahami business context-nya?

Industri asuransi dapat menggunakan kecerdasan lokasi dan data geospasial untuk meningkatkan akurasi penilaian risiko dan proses penjaminan mereka, Perusahaan telekomunikasi dapat memanfaatkan location intelligence untuk merencanakan jaringan dan meluncurkan teknologi 5G, dan lainnya. 

About Author

Related Posts