Saat ini, kendaraan listrik semakin mudah kita temui di jalanan. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab menurut Techdaily.id, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia dalam dua tahun terakhir meningkat secara signifikan, dari sebelumnya hanya sekitar 2 persen menjadi 12 persen.
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kebutuhan akan infrastruktur pendukung, khususnya stasiun pengisian daya kendaraan listrik, juga semakin meningkat. Namun, penentuan lokasi charging station tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Penempatan yang kurang tepat berisiko menyebabkan rendahnya tingkat penggunaan, dan inefisiensi operasional. Location Intelligence menjadi solusi bagi bisnis untuk menentukan lokasi pengisian daya kendaraan listrik yang strategis.
Di dalam artikel ini kita akan membahas secara lebih mendalam bagaimana Location Intelligence membantu menentukan lokasi stasiun pengisian daya electric vehicle agar tepat sasaran, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Contents
Tren Kendaraan Listrik di Indonesia
Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia belum lama ini merilis data terbaru mengenai populasi kendaraan listrik di Tanah Air. Hingga 24 Juni 2025, tercatat sebanyak 274.802 unit kendaraan listrik telah resmi terdaftar dan memperoleh Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT).
Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024, di mana jumlah kendaraan listrik yang tercatat masih berada di kisaran 207 ribu unit. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, terjadi pertumbuhan sebesar 32,75 persen.
Persentase kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa adopsi kendaraan listrik di Indonesia sedang berada dalam tren yang sangat positif. Pertumbuhan tersebut tidak hanya mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga menunjukkan dukungan ekosistem dan kebijakan yang semakin mendorong perkembangan industri kendaraan listrik nasional.
Tantangan Infrastruktur Charging Station Kendaraan Listrik
Seiring dengan semakin meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pendukung yang memadai juga semakin mendesak. Salah satunya adalah ketersediaan stasiun pengisian daya (charging station).
Kehadiran stasiun pengisian yang tepat tidak hanya memudahkan pengguna kendaraan listrik, tetapi juga memastikan operasional yang efisien dan optimal bagi penyedia layanan.
Namun, industri kendaraan listrik ini juga menghadapi beberapa tantangan terutama dalam hal infrastruktur stasiun pengisian daya . Berikut ini tantangan tersebut:
Penyebaran Tidak Merata
Tantangan pertama yang dihadapi adalah ketersediaan infrastruktur stasiun pengisian daya yang masih belum merata, terutama di wilayah pedesaan atau daerah terpencil.
Ketimpangan ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna kendaraan listrik, karena mereka takut kehabisan daya saat melakukan perjalanan jarak jauh dan tidak menemukan stasiun pengisian terdekat.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan pengguna, tetapi juga menjadi salah satu hambatan dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik secara luas.
Rendahnya Penggunaan
Masalah kedua sebenarnya berkaitan erat dengan tantangan pertama, yaitu ketidakmerataan penyebaran stasiun pengisian daya. Akibat distribusi yang tidak seimbang, terdapat stasiun pengisian yang selalu penuh dan ramai digunakan, sementara stasiun lain justru jarang dikunjungi. Ketimpangan ini biasanya terjadi karena kurang matang atau kurangnya data dalam perencanaan lokasi stasiun.
Akibatnya, stasiun dengan tingkat penggunaan rendah menjadi beban investasi, karena biaya pembangunan dan operasionalnya tidak sebanding dengan manfaat dan performa yang dihasilkan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya perencanaan berbasis data untuk memastikan setiap stasiun pengisian dapat beroperasi secara optimal dan efisien.
Bagaimana Location Intelligence Membantu Menentukan Lokasi Charging Station?
Location Intelligence adalah teknologi yang memungkinkan penggunanya untuk menganalisis serta memvisualisasikan data geospasial. Dengan teknologi ini, perusahaan atau individu dapat mengidentifikasi pola, tren, dan insights yang ada di dalam data lokasi, sehingga bisa dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dan strategis.
Data berbasis lokasi ini antara lain:
- Point of Interest (POI): Titik-titik lokasi yang menarik perhatian atau sering dikunjungi oleh masyarakat, seperti mal, supermarket, sekolah, perumahan, perkantoran, dan tempat publik lainnya.
- Latitude dan Longitude: Koordinat geografis yang menunjukkan posisi akurat suatu lokasi di permukaan bumi, memungkinkan pemetaan dan analisis spasial.
- Peta: Representasi visual dari wilayah geografis yang membantu memahami distribusi lokasi, pola pergerakan, dan hubungan antar area.
- Data Telco: Informasi yang dikumpulkan dari smartphone atau jaringan telekomunikasi yang dapat memberikan insights mengenai pergerakan orang (people traffic) dan kepadatan kunjungan di suatu lokasi.
- Data Geocoding: Proses mengubah alamat atau informasi lokasi menjadi koordinat geografis yang dapat digunakan dalam analisis spasial dan pemetaan.
- Lokasi Fisik: Posisi atau keberadaan nyata suatu objek, fasilitas, atau tempat di dunia nyata yang menjadi acuan dalam pengambilan keputusan berbasis lokasi.
Berikut ini cara penentuan lokasi charging station kendaraan listrik menggunakan location intelligence.
Visualisasi Jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
Location Intelligence memungkinkan pengguna untuk memvisualisasikan seluruh jaringan stasiun pengisian daya yang dimiliki, sehingga bisnis bisa lebih mudah memahami persebaran stasiun yang sudah ada, mengidentifikasi area-area yang belum terjangkau, dan mengevaluasi tingkat kepadatan penggunaan di setiap lokasi. Insighst ini bisa menjadi dasar untuk ekspansi atau tidak.
Memberikan Rekomendasi Lokasi Potensial
Location Intelligence mampu memberikan rekomendasi lokasi-lokasi yang memiliki potensi tinggi dan bersifat strategis.
Dengan memanfaatkan berbagai jenis data lokasi, seperti Point of Interest (POI), data demografi, pola pergerakan orang (people traffic), dan informasi geospasial lainnya, bisnis dapat mengidentifikasi area yang paling menjanjikan untuk pengembangan stasiun pengisian daya atau fasilitas lainnya.
Pendekatan ini tidak hanya membantu menemukan lokasi terbaik, tetapi juga meminimalkan risiko salah penempatan, sehingga investasi menjadi lebih efisien.
Analisis Lokasi
Selain memberikan rekomendasi lokasi, Location Intelligence juga memungkinkan pengguna untuk memahami karakteristik setiap lokasi potensial secara mendalam. Teknologi ini dapat menampilkan informasi apa saja yang ada di sekitar area tersebut, mulai dari fasilitas umum, pusat perbelanjaan, hingga titik-titik keramaian.
Selain itu, bisnis juga mengetahui usia, pendapatan, dan perilaku masyarakat setempat dari data demografi, dan tingkat kepadatan lalu lintas dan pergerakan orang di lokasi tersebut.
Dengan begitu, bisnis dapat menilai aksesibilitas, visibilitas, dan potensi yang sesuai dengan kebutuhan operasional, sehingga keputusan penempatan menjadi lebih tepat.
Mudahnya Menemukan Lokasi Strategis untuk Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik dengan LOKASI Intelligence
LOKASI Intelligence adalah platform analitik geospasial yang terintegrasi dengan location inetlligence dan data lokasi. Dengan menggunakan LOKASI, bisnis dapat memperoleh rekomendasi tempat atau area yang tepat dan strategis untuk membuka stasiun pengisian daya kendaraan listrik (EV).
LOKASI memungkinkan bisnis untuk mengidentifikasi berbagai karakteristik penting dari setiap lokasi potensial, termasuk profil demografi masyarakat sekitar, tingkat kepadatan, aksesibilitas, visibilitas, riwayat bencana, serta kondisi sosial-ekonomi wilayah tersebut.
Dengan insight yang komprehensif ini, bisnis bisa menentukan lokasi terbaik dalam waktu singkat, mengurangi risiko pemilihan, serta menghemat tenaga, biaya, dan waktu dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
Untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana LOKASI Intelligence dapat membantu bisnis Anda, silakan hubungi: email: [email protected] atau WA: 0877 7907 7750
FAQ
Di manakah lokasi optimal untuk stasiun pengisian daya kendaraan listrik?
Lokasi optimal untuk stasiun pengisian daya kendaraan adalah area yang memiliki arus kendaraan tinggi, strategis, serta mudah diakses. Selain itu, lokasi tersebut juga sebaiknya memiliki visibilitas yang baik agar pengguna dapat dengan mudah melihat dan menjangkaunya, sehingga meningkatkan tingkat penggunaan dan efektivitas operasional stasiun pengisian.
Tempat ngecas mobil listrik namanya apa?
Tempat ngecas mobil listrik namanya adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau disingkat SPKLU.
Bagaimana cara mengisi daya mobil listrik?
Cara mengisi data mobil listrik adalah dengan mendatangi stasiun pengisian daya kendaraan listrik terdekat, atau bisa juga mengisinya di rumah.



